Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label KHArangan

#KHArangan : Berpandai-pandailah

Langit biru awan putih cerah  Tak sedikitpun menimbulkan gundah  Apa yang akan terjadi nanti entahlah Siapa yang tau kehendak Allah Seketika langit bisa berubah  Entah tetap akan bersinar cerah  Atau akan datang hujan bercurah Bagai hati kadang tak terarah  Rasakan cinta anugerah terindah Kadang rapuh seakan akan patah Dalam ketenangan kadang gelisah  Dengan hati berpandai pandailah  Biar tak mendekat rasa resah  Bayang semu samar dan tak begitu terlihat menggugah  Menerka-nerka hanya akan menjadikan resah  Di balik sana sudah tegap menanti waktunya sang fajar merekah  Tak sabar pasti saja akan mengggoyah lelah Padahal Sudah jelas tak perlu lagi di bantah Kolaborasi pikiran  dan hati membawa perasaan Skenario sang pencipta menciptakan sesuatu itu indah.  #KHArangan 

#KHArangan : Tak Ada Yang Perlu Disesali

Sang fajar menyonsong hari yang berharap cerah sinar sang mentari Berakhir teriknya terlalu menyengati Tak ada yang perlu disesali Sudah lama mengenali Mulut tak pernah bergeming Mata yang saling menceritai Tak perlu keahliaj khusus terjemahi Entah waktu dan keadaan yang tak memberkati Memilih pergi untuk sebuah kondisi Tak sempat menjelaskan isi hati Taka akan pernah sesali apa yang terjadi Sekarang hanya ecewa yang menggeruguti Tak lagi konyol dan berilustrasi Apalagi hanaya sekedar say "Hi" ............................................ Sebesar dan sedalam luka yang terbuat Membuat kecewa dan tak habis pikir karenanya Ambruk tergeletak batin terdiam Sebab di cabut menghebat Membuat berantakan dan tak sanggup lagi Menahan isakan memendam dendam Tidak ada gunanya menyimpan dendam Hal itu hanya akan membuat luka semakin menganga Maafkan dan damaikan pikiran dari perasaan kecewa Hadiahi diri dengan senyuman Jadikan pembelajaran terbaik

#KHArangan : Tak Hanya Satu Warna Pelangi

Ciut nyali lipur petaka Masa merantai tetap terlalui Lupa cara tidak ilangkan pekara Berlalu tidak akan terulang Menerpa hembusan sudah tidak lagi asing Saat diam dan terus mencoba Mudah saat langkah mulai terlaju Tertegun terhenti rasa ingin menangisi Mendorong jiwa tetap pada tiangnya Belum seberapa hanya angin yang berembus Pada siapa? Untuk apa? Pohon akan tetap kokoh di masa mudanya Hanya punya masa gugur dedaunnya tidak hiraukan bunga abadi yang akan terus abadi Benci dan marah tidak pembuka hanya akan busuk menjadi noda Tumbuh lagi bersma musim selanjutnya Penopang kepenatan jiwa penyejuk saat terbakar dunia Teguh musim tidak hanya satu warna pelangi. Percaya asa warna warni itu indah. #KHArangan 

#KHArangan : Kerinduan

Terasa dalam sebuah perasaan Terucap dalam sebuah kata Apa itu sebuah rasa ? Atau itu sebuah kegundahan ? Tapi kadang dia lebih memilih diam saja Kadangpun mulut lebih memilih bohong Tapi.. Hati dan perasaan itu tak pernah berani bohong Bahkan tak akan pernah bohong Mulut kadang brani mengucapkannya Muncul begitu saja Datang tiba tiba di saat ia inginkan Dalam kondisi seperti apapun akan hadir sendirinya Kadang mengakibatkan meneteskan air mata Kadang jadi tersenyum dan tertawa sendiri Begitu hebat cara mempengaruhinya Dia untuk siapa saja Dia milik semua orang Begitu bergunanya dia Kerinduan.. Itu lah dia.. Ketika sesuatu jauh, jarang muncul dan tak terlihat.. Dia pun muncul.. sebuah kerinduan Kerinduan itu membuat tangis dan senyum di saat nya...

#KHArangan : Tak Pahami Cara

Caramu ku senangi tingkahmu ku gemari Kebersamaan kuatkan rasa cerita dekatkan jiwa Waktu berjalan singkat bergulir Kau mengerti cara senangi Hargai setiap pengorbanan Tingkah dan cara menjanjikan rasa  Awal rasa ku tak peduli  Hidup berteman ku gemari Lama lama jiwa bergetar  Perhatian mu keterlaluan Ku sadar posisi tak nyaman Berada di tengah kebahagian  kalian  Tak ingin pula pisahkan kalian  Karna ku tau sakitnya luka Kau maju dengan langkah gentar Hingga tak ada yg perlu ku khawatirkan Luluh aku sebagai wanita  Tak tau cara hentikan rasa Terus kau songsong jiwa yg regam  Hingga biasa tetap berjalan Ku sadarkan ini cara yg sma ke sesama Tapi beku rasa lama mencair  Kuposisikan untuk tenang  Hingga ku putuskan untuk terbang Tak bisa ku biarkan ku racun jika bertahan Pahit keputusan yang diputus  Cukup kusadarkan diri... Sekarang, besok, lusa hingga kapan ...

Untuk Papa

Berlari terbata mendekati  saat takut datang Suruh maju untuk melawan bahkan diantar melihat yg ditakut Mengadu saat ada mengganggu  Tak membela tapi memperingati Tak melarang setiap kemauan Melihat mengawasi dari kejauhan Marahnya tak pernah terlihat Satu yang di takut hingga saat ini membuatnya marah Terniang masa kekanakan  Tak biarkan kesedihan menyelimuti Beribu cara untuk melukis senyum rumah kecilnya Hingga kini beranjak dewasa  Diam bukan tak mekukan apa apa kawatirnya luar biasa Berfikirnya hantar kesuksesan rumpun kecilnya Hanya satu dua kata dari mulutnya tapi bermakna jutaan rasa Tanggung jawab dan memimpin tak diragu bangga melihatnya Kesederhanaannya, kerendahan hati dan jiwa besarnya Panutan dalam melangkah menuju cita Happy Birhday Papa Healthy always and long life paa Thanks to showing me and being my hero, friend, life mentor, listener.. Thank for everything, love you paa :*